MANUSIA DAN KEINDAHAN

Posted: May 16, 2010 in tugas ISD

A.Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan bersifat universal, artinya tidak terkait oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan, atau local.

a. Apakah keindahan itu?

Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas.keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahn itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi, jadi sulit bagi kita juka berbicara mengenai keindahan.

Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Ga-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu ber­asal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “belum”.

Disamping itu arti keindahan dibedakan berdasarkan luasnya pengertian, yaitu :

1. Keindahan dalam arti luas.

Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.

Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :

  • keindahan seni
  • keindahan alam
  • keindahan moral
  • keindahan intelektual.

2. Keindahan dalam arti estetik murni.

Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.

3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.

Keindahan dalam arti yang terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.

b. Nilai estetik

Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :

‘The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).

Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.

Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan(goodness). Terdapat dua nilai di dalamnya yaitu :

– Nilai ekstrinsik

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik

– Nilai intrinsik

Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik .

c. Kontemplentasi dan Ekstansi

Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh factor kontemplasi dan ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Sedangkan ekstasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakn , merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat, mendengar.

D. Apa Sebab Manusia Menciptakan Keindahan

Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan / motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan :

1. Tata Nilai yang telah using

Tata nilai yang terjelema dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini menjadi tema para sastrawan zaman Balai Pustaka, dengan tujuan untuk mengubah keadaaan dan memperbaiki nasib kaum wanita.

2. Kemerosotan Zaman

Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan-ketantuan hokum agama. Dan moral masyarakat. Yang demikian itu tidak indah itu harus disingkirkan melalui protes yang antara lain diungkapkan dalam karya seni.

Sebagai contoh ialah karya seni berupa sanjak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pclacur. Sajaknya sebagai berikut :

Pelacur-pelacur kota Jakarta

dari Was tinggi dan Was rendah telah diganyang

tclah diburu-buru

mereka kecut

keder

terhina dan tersipu-sipu

sesalkan mana yang mesti kau sesalkan tapi jangan kau klewat putus asa

dan kau relakan dirimu dibikin korban

wahai pelacur-pelacur kota Jakarta sekarang bangkitlah

sanggul kembali rambutmu

karena setelah menyesal

datanglah kini giliranmu

bukan untuk membela diri melulu tapi untuk lancarkan serangan

karena

sesalkan mana yang mesti kau sesalkan tapi jangan kau rela dibikin korban

Sarinah

katakan kepada mereka

bagaimana kau dipanggil ke kantor mentei bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu tentang perjuangan nusa bangsa

dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal

ia sebut kau inspirasi revolusi

sambil ia buka kutangmu

dan kau, Dasima

kabarkan kepada rakyat

bagaimana pars pemimpin revolusi

bicara tentang kemakmuran dan api revolusi sambil celananya basah

dan tubuhnya lemas

terkapar di “sampingmu

ototnya keburu tak berdaya

politisi dan pegawai tinggi

adalah culak yang rapi

kongres-kongres dan konperensi

tak pemah berjalan tanpa kalian kalian tak pemah bisa bilang “tidak” lantaran kelaparan yang menakutkan kemiskinan yang mengekang dan telah lama sia-sia can kerja

ijazah sekolah tanpa guna pars kepala jawatan

akan membuka kesempatan kalau kau membuka paha sedang diluar pemerintahan perusahaan-perusahaan macet lapangan kerja tak ada

revolusi pars pemimpin adalah revolusi dewa-dewa mereka berjuang untuk sorga dan tidak untuk bumi

revolusi dewa-dewa

tak pemah menghasilkan lebih banyak lapangan kerja bagi rakyatnya

kalian adalah sebagain kaum penganggur yang mereka ciptakan

namun

sesalkan mana yang mesti kau sesalkan

tapi jangan klewat putus asa dan kau rela dibikin korban

pelacur-pelacur kota Jakarta berhentilah tersipu-sipu ketika kubaca dikoran

bagaimana badut-badut mengganyang kalian menuduh kalian sumber bencana negara

aku jadi murka

kalian adalah temanku ml tidak bisa dibiarkan

astaga

mulut-mulut badut

mulut-mulut yang latah

bahkan sex mereka berpolitikkan

saudari-saudariku

membubarkan kalian

tidak semudah membubarkan partai politik mereka harus beri kalian kerja

mereka hams pulihkan derajat kalian mereka hares ikut memikul kesalahan

saudari-saudariku

ambillah galah

kibarkan kutang-kutangmu di ujungnya araklah keliling kota

sebagai panji-panji yang telah mereka nodai

kini giiiranmu menuntut

katakanlah kepada mereka

menganjuikan mengganyang pelacur adalah omong kosong

pelacur-pelacur kota Jakarta saudari-saudariku

jangan melulu keder pada lelaki dengan mudah

kalian bisa telanjangi kaum palsu naikkan tarifmu dua kali dan meieka akan kelabakan mogoklah satu bulan

dan mereka akan puyeng lalu mereka akan jina

dengan istri sudaranya.

3. Penderitaan Manusia

Banyak faktor yang membuat manusia menderita. Tetapi yang paling ialah factor manusia itu sendiri. Manusia yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya. Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya trarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.

4. Keagungan tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan tuhan.

d. Keindahan menurut pandangan Romantik

Keindahan hanyalah sebuah konsep yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk.

B. Renungan

Renungan berasal dari kata Renung : artinya diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam – dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori :

1. Teori Pengungkapan

Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Perngalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan

2. Teori Metafisik

Berasal dari plato, Pengetahuan sehari-hari adalah pengetahuan praktis yang berhubungan dengan benda-benda itu. Tapi ada pengetahuan yang lebih tinggi kedudukanya, yakni yang diperoleh bilamana pikiran diarahkan pada ide-ide dan merenungkanya demi ide-ide itu sendiri. Denagn melelui semacam ini lahirnya karya seni.

3. Teori psikologis

Karya seni adalah iconic sign dari proses psikologis yang berlangsung dalam diri manusia, khususnya tanda-tanda dari perasaannya.

C. Keserasian

berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya covok, kena benar,dan sesuai benar.
1. Teori Obyektif dan Subyektif

Teori obyektif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencupta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.

Teori Subyektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang mencipptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada pencerapan diri si pengamat itu.

2. Teori Peimbangan

Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-beda.

D. Pengelompokan-pengelompokan pengerian keindahan

dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini :

1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy);

2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten).

3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belurn indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).

4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan (Winehelmann).

5. Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury). .

6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).

7. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).

Dengan melihat demikian beragamanya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan rnengeeewakan kita yang menuntut adanya satu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah sebagai berikut:

1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya.

Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek, Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagaimana mestinya. Sedang yang kedua; yang disebut keindahan subyektif; adalah keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subyek yang melihat dan menghayatinya. Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan-kebutuhan pribadi si penghayat.

2. Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya.

Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah bcnda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris yang mengenalnya istilah beauty untuk keindahan yang pertama, dan istilah The Beautiful untuk pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal·hal tertentu yang memang indah.

3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.

Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan

Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu: Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung kepada subyeknya.

Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual. Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain.

E. Alasan Manusia Mencipta Keindahan

Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan “lebih cantik dari warna aslinya”. Bila ada pemain drama yang berlebihlebihan, misalnya marah dengan meluap-Iuap padahal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak alamiah.

Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

F. Hubungan manusia dan keindahan

manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan

dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.

Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.

Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.

Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.

Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.

G. Manusia dan Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita, yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berasal dari siksaan pada kondisi lahir atau batin, bahkan bisa terjadi pada kondisi lahir batin sekaligus.

  • Siksaan (penyebab penderitan)

Siksaan yang sifatnya psikis,misalnya :

1. Kebimbangan
2. Kesepian
3. Ketakutan

  • Sebab orang merasa ketakutan :

a. Claustrophobia : takut terhadap ruang tertutup
b. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka
c. Gamang : takut berada di tempat ketinggian
d. Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap
e. Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit
f. Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan

Setelah merasakan siksaan dan ketakutan, maksa dengan segera akan timbul perasaan kalut pada mental seseorang.

  • Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.

– Gejala-gejala seseorang mengalami kekalutan mental :

1. Jasmani : merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. Rohani : rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.

– Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :

a. Kepribadian yang lemah
b. Terjadinya konflik sosial budaya
c. Cara pematangan batin yang salah

– Proses-proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah :

a. Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup
b. Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi

– Bentuk-bentuk frustasi :

a. Agresi
b. Regresi
c. Fiksasi
d. Proyeksi
e. Identifikasi
f. Narsisme
g. Autisme

  • Penderitaan dan sebab-sebabnya :

– Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
– Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan

  • Pengaruh penderitaan :

– Sikap positif : sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan
– Sikap negatif : penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s